Minggu, 25 Maret 2012

Potensi Pengembangan Rumput Laut


Rumput laut merupakan salah satu jenis komoditas unggulan budidaya perairan dengan nilai ekonomi pasar yang kompetitif baik di pasaran dalam negeri maupun ekspor. Ini antara lain karena di samping berfungsi sebagai makanan juga disebabkan oleh diversifikasi produk rumput laut yang memiliki berbagai kegunaan.
Seiring dengan kemajuan sains dan teknologi, pemanfaatan rumput laut telah meluas diberbagai bidang seperti pertanian sebagai bahan pupuk organik dan pembuatan media tumbuh dalam kultur jaringan (tissue culture); di bidang peternakan, peternak hewan potong kadang-kadang memberi makanan ternaknya dengan rumput laut, sehingga dihasilkan daging yang enak; di bidang kedokteran: digunakan sebagai media kultur bakteri (bacteria culture); di bidang farmasi: digunakan sebagai pembuat suspensi, pengemulsi, tablet, plester dan filter; sedangkan di bidang industri lainnya: dalam proses pengolahan produksi, rumput laut digunakan sebagai bahan aditif seperti pada industri tekstil, kertas, keramik, fotografi, insektisida, pelindung kayu dan pencegahan api.
Berbagai kegunaan ini menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap komoditas ini, dimana terjadi peningkatan permintaan sekitar 15% per tahun. Oleh sebab itu, prospek budidaya rumput laut yang sangat menjanjikan, mendorong minat banyak masyarakat investor untuk berinvestasi dalam usaha budidaya rumput laut. Rumput laut di tingkat lokal (Seram Bagian Barat) biasanya dipasarkan dengan harga yang fluktuatif, dari Rp. 7.000 s/d 9.000 per kg.

Produksi Rumput laut di Seram Bagian Barat,Kabupatn Seram Bagian Timur dan Kabupten Kepulauan Aru
Total potensi lahan budidaya rumput laut mencapai 19.509,29 hektar. Namun besar lahan yang baru termanfaatkan hanya sebesar untuk Seram Bagian Barat  929,9 hektar, Kabupaten Seram Bagian Timur 140 hektar dan kabupaten kepulauan aru 1587 hektar.
Produksi Rumput Laut Eucheuma cottonii  di Kabupaten Seram Bagian Barat,Kabupaten Seram Bagian Timur dan Kabupaten Kepulauan Aru untuk kebutuhan eksport masih dalam bentuk bahan mentah yaitu berupa rumput laut kering. Untuk produk olahan masih bersifat tradisional untuk konsumsi rumah tangga berupa manisan, es cendol, puding, dan dodol rumput laut dan sebagainya

Lokasi Potensial Budidaya Rumput Laut
Sebagai penjabaran secara detail tentang lokasi budidaya perairan, khususnya budidaya rumput laut, telah diidentifikasi Lokasi Potensial Budidaya Rumput Laut. Lokasi budidaya rumput laut yang berpotensi dikembangkan di Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten SeramBagian Timur dan Kabupaten Kepulauan Aru tersebar di berbagai kecamatan.
Peluang Pasar
Budidaya rumput dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku, karena perkembangan permintaan komoditas rumput laut yang sangat besar.Hal ini disebabkan rumput laut merupakan salah satu komoditas penting karena kandungan agar nya, dan kandungan karagenan yang penggunaannya makin meluas, salah satunya adalah jenis Eucheuma cottonii. Kebutuhan rumput laut kering yang telah diolah menjadi tepung ditujukan untuk ekspor dan sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Karagenan merupakan bahan yang banyak digunakan untuk berbagai industri makanan.
Perkembangan industri pengolahan rumput laut di Indonesia semakin pesat. Di antara industri yang ada, saat ini telah berdiri industri baru yang dikembangkan untuk produksi karagenan di beberapa kota seperti Surabaya, Makasar, Jakarta dan Bali. Dan salah satu pemasok rumput laut kering ialah yang berasal dari Maluku. Perkembangan harga rumput laut kering juga meningkat tiap tahun rata rata 5%, sejalan dengan perkembangan industri pengolahan rumput laut. Kendala yang saat ini dihadapi oleh pembudidaya rumput laut di Provinsi Maluku adalah kurangnya permodalan bagi pembudidaya rumput laut untuk pengembangan usahanya, sehingga kapasitas dan kontinuitas produksi rumput laut sekarang ini relatif rendah. Akibatnya begitu ada permintaan pasokan rumput laut dari pengusaha dalam jumlah yang cukup banyak tidak dapat dipenuhi.
Dengan demikian, pasar rumput laut kering masih memiliki peluang pasar yang terbuka luas, dan terus berkembang sejalan dengan perkembangan industri makanan, yang mempunyai sifat pasar yang selalu terbuka.
Beberapa negara tujuan ekspor rumput laut yang selalu disebut dengan potensi pasar di luar negeri yang sangat menjanjikan antara lain: Denmark, Jepang, China, Filipina, Korea, Taiwan, Australia dan Amerika, disamping beberapa negara lain di Asia dan Eropa yang masih membutuhkan produk rumput laut, baik olahan maupun dalam berbagai olahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar